Lampu Reklame Juga Sasaran Dimatikan, Kota Probolinggo Tidur Lebih Awal Selama PPKM Darurat

Reporter:(Gho/yu)

Probolinggo
Walikota Probolinggo,Habib Hadi Zainal Abidin menginstruksikan pemadaman sejumlah lampu reklame dan penerangan jalan umum selama masa PPKM Darurat. Hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat saat pemberlakuan PPKM Darurat.
Pemkot Probolinggo telah menyurati pemilik reklame yang berada di bawah DPMTSP Kota Probolinggo. Mereka diminta mematikan lampu reklame dari 3 hingga 20 Juli. Selain itu, lampu penerangan di sejumlah ruas jalan juga dipadamkan lebih awal.
“Jalan seperti di sekitar Dr.Muh Saleh,Jalan Suroyo,Dr Sutomo dan jalan utama seperti di Jalan Panglima Sudirman,HOS Cokroaminoto,Bundaran Gladak Serang hingga Jalan Mastrip, akan di-dipadamkan pukul 20.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB sampai tanggal 20 Juli,” kata Kadishub Kota Probolinggo,Agus Efendi.
Tak hanya itu, Pemkot Probolinggo bersama kepolisian juga menutup akses jalan yang sering dilalui kendaraan seperti di sekitaran Jalan Panglima sudirman,Dr.Sutomo,Jalan HOS Cokroaminoto dan titik lainnya untuk mengurangi mobilitas masyarakat di malam hari.


“Langkah tersebut diambil untuk memaksimalkan pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Mangga ini. Dengan memadamkan lampu penerangan yang ada seperti reklame dan sejumlah lampu PJU serta penyekatan sejumlah ruas jalan, akan sangat berdampak pada berkurangnya mobilitas masyarakat,” katanya.Sabtu (17/7/2021)
Agus memastikan masyarakat untuk tidak perlu khawatir soal keamanan saat pemadaman reklame dan lampu penerangan. Pihaknya bersama Polresta dan Kodim 0820/Probolinggo telah berkomitmen untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, saat kebijakan ini berlangsung
Dia meminta masyarakat mematuhi pelaksanaan PPKM Darurat ini dengan tetap di rumah saja. Kegiatan keluar rumah yang dirasa tidak penting atau sekunder, diminta ditunda.
“Masyarakat sudah tidak perlu keluar rumah kecuali hal penting yang berhubungan dengan kesehatan,” jelasnya
Dijelaskannya, langkah ini diapresiasi banyak pihak dan komunitas dengan jargon ” Kota Probolinggo Bobok Lebih Awal”.
“Jargon ini sangat mengena terutama di kalangan anak muda yang sering menghabiskan malam dengan nongkrong,” pungkasnya.(geo/yu)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai