
LUMAJANG – Pencurian hewan di wilayah Kabupaten Lumajang sekarang lagi kembali marak. Dari penelusuran awak media di lapangan, sejumlah Kepala Desa (Kades) mengeluhkan hal tersebut. Bisa dikatakan, Lumajang darurat Maling sapi.
Mulai dari wilayah Utara, ada pencurian yang terjadi di Kecamatan Klakah dan Kecamatan Randuagung. Di wilayah barat, ada Kecamatan Padang yang sedang diobok-obok oleh kawanan maling sapi ini.
Hal yang sama dengan wilayah selatan, diantaranya ada Kecamatan Tempeh, yang warganya kecolongan sapi beberapa waktu lalu.
“Malam Rabu (30/3/2022) lalu, dalam satu kandang diambil satu ekor satu saja,” kata Andi, warga Desa Duren kepada awak media waktu itu.
Kalau Miarsit, warga Dusun Ranulading RT 01 RW 04, Desa Sumberwringin, kehilangan 2 ekor sapi, tapi ketemu 1 di Desa Buwek, Kecamatan Randuagung.
“Kejadiannya malam Kamis (31/3/2022) sekira pukul 02.00 WIB dini hari. Tapi cuma ketemu 1 ekor saja,” ungkap Miarsit, kala itu.
Beberapa waktu yang lalu, warga dari Kecamatan Padang juga kebobolan, Satu ekor, namun itu menurut Kades yang enggan disebutkan namanya, adalah sapi indukan lemosin, seharga Rp 20 jutaan.
“Mata panas tidak tidur, karena patroli desa terus,” ujar Kades saat ditemui awak media.
Dari salah satu warga di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, juga telah disatroni maling sapi, tapi sudah ketemu, setelah warga satu kampung keluar melakukan pencarian.
Upaya warga yang kemalingan membunyikan kentongan, agar warga keluar dan membantu mencari keberadaan sapi yang diketahui milik Misrat Dusun Krajan, Desa Kebonan, Kecamatan Klakah.
Sementara itu, Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, kepada media ini menyampaikan kalau pihaknya sudah berusaha mengungkap pencurian hewan yang saat ini meresahkan warga Lumajang.
“Sudah tertangkap satu pelaku, namun ada beberapa pelaku yang masih buron, nanti terus akan saya pantau perkembangannya,” paparnya kepada awak media ini.
Sumber,BB

Tinggalkan komentar